Budidaya Alternatif “Kamarku Jamuren”

Budidaya Jamur sudah sering terdengar di telinga kita. Namun budidaya jamur yang satu ini tergolong unik, karena dilakukan dengan cara yang berbeda dengan budidaya jamur lainnya pada umumnya. Langkah ini seakan memberikan jawaban dan solusi alternatif kepada para pelaku usaha budidaya jamur yang sering merasa kesulitan jika dihadapkan dengan permasalahan lahan untuk melakukannya, karena teknik ini tidak membutuhkan ruang yang besar, hanya ditempatkan di kamar kos-kosan.

Albertus Yudi Prabowo : Pelaku budidaya jamur alternatif

Tim KIM Warta telah melakukan pertemuan khusus dengan pelaku usaha tersebut. Albertus Yudi Prabowo namanya, seorang pria yang bertempat tinggal di Kelurahan Kalijaten Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo ini telah melakukan budidaya jamur dengan cara yang unik tersebut, yaitu dengan cara gantung. Albertus memaparkan, budidaya yang telah dilakukan selama ini bertempat di bekas tempat kos – kosan. Tempat kos yang awalnya ditempati manusia, sekarang berubah jadi lahan budidaya Jamur Tiram.

Albertus menggeluti usahanya bersama dengan Ahmad Afandi, yang juga warga setempat. Berawal dari sepeninggalnya Ayahnya di akhir tahun 2014 lalu, pria yang awalnya bekerja menggeluti usaha jasa travel ini mulai berpikir untuk mempunyai usaha sendiri. Hal ini dikarenakan rasa sayang kepada sang Ibu, yang tak tega jiga meninggalkannya sendirian jika tetap menggeluti jasa travel. Pada akhirnya ide untuk berbudidaya jamur muncul. Persiapan dilakukan mulai dari mencari berbagai informasi dan berproses menentukan tempat hingga akhirnya memutuskan untuk menggunakan tempat kos untuk budidaya jamur pada Nopember 2016 lalu.

Teknik budidaya jamur dengan cara gantung oleh Albertus

Ketika berjumpa dengan kami, Albertus memaparkan kalau dirinya sempat kesulitan tentang tempat yang akan digunakan. Namun ide muncul ketika melihat tempat kos. “ini bisa dijadikan metode alternatif untuk berbudidaya jamur, karena pada umumnya budidaya semacam ini membutuhkan cukup lahan” paparnya.

Selama ini hasil panen dari jamur tiram miliknya dijual kepada warga dan tetangga sekitar. Namun Albertus berharap kalau nantinya usahanya ini bisa bertambah besar sehingga hasil panennya akan semakin meningkat. Bersama dengan KIM Warta, semoga usaha Albertus bisa menginspirasi semua pelaku usaha pada umumnya dan para pembudidaya jamur pada khususnya.

(by : kim warta : potensi kecamatan taman)

 

Advertisements

2 thoughts on “Budidaya Alternatif “Kamarku Jamuren””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s